January 29, 2023

Mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS Arif Pawoko menunjjukan aplikasinya.(foto kominfo.jatimprov.go.id)

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan, salah satunya pemanfaatan lahan sempit. Namun karena masih minim informasi, hal itu sangat jarang dilakukan. Oleh karena itu salah satu mahasiswa mencoba mengembangkan aplikasi edukasi pertanian urban.

Menyiasati kurangnya edukasi masyarakat terhadap tren pertanian urban, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang ide sebuah aplikasi edukasi pertanian berbasis Augmented Reality (AR). Pada aplikasi ini, pengenalan teknik pertanian hidroponik menjadi fokus utama yang dikenalkan.

Mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS, Arif Pawoko mengembangkan ide aplikasi edukasi pertanian yang menyasar pada masyarakat desa, khususnya generasi muda. Melalui aplikasi ini, Arif berusaha lebih mengenalkan pertanian di lahan terbatas.

Baca Juga :   Korban Penipuan Berkedok Investasi Bertambah

Dengan ini pemuda bisa memilih alternatif usaha pertanian dengan lahan terbatas. Hal ini memang menjadi masalah bagi kaum muda yang ingin mencari cara usaha pertanian tapi tidak memiliki sawah atau perkebunan.

Menurutnya, hal itu sangat diperlukan karena semakin maraknya pembangunan yang menyasar wilayah desa. “Lahan semakin sempit, kalau mempertahankan teknik pertanian konvensional sudah tidak efisien lagi,” ungkapnya, Rabu(9/11).

Arif mengaku memilih teknologi AR dalam penerapan aplikasi tersebut karena dinilai lebih mampu memberikan proses edukasi yang optimal. Melalui proyeksi 3 dimensi yang ditampilkan dalam aplikasi, dapat membantu memberikan gambaran penjelasan yang lebih rinci kepada pengguna.

Proyeksi 3 dimensi pada aplikasi ini dapat dimunculkan dengan memindai buku penunjang yang diberikan. Setelah melakukan pemindaian, nantinya akan muncul tata cara instalasi tanaman secara hidroponik yang dapat ditinjau dari berbagai sudut.

Baca Juga :   Liburan Natal dan Tahun Baru ke Wisata Bahari Lamongan, Ini Pesan Kapolres Lamongan

Dengan cara itu akan memudahkan para pengguna untuk mempraktikkan pertanian di lahan sempit. “Akan ditunjukkan juga manfaat dan deskripsi lengkap lainnya dari tanaman yang juga dijelaskan melalui aplikasi ini,” tambah mahasiswa angkatan 2022 ini.

Aplikasi ini pun rencananya tidak terbatas hanya sebagai media edukasi. Arif menyatakan, penambahan dan pengembangan fitur transaksi juga sedang dalam proses peninjauan.

Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pengembangan akhir aplikasi tersebut akan mengarah pada pembentukan start up.

Baca Juga :   Koleksi Buku dan Majalah Lawas di Perpustakaan, Ingin Tulisan Ulang Naskah Lama Lewat Media Digital

“Jadi nantinya juga akan meningkatkan nilai ekonomis dan menjadi ladang penyerap tenaga kerja baru,” tuturnya.

Mahasiswa asal Ngawi tersebut mengatakan bahwa saat ini inovasi yang dikembangkannya sudah memasuki tahap prototype dan telah melewati uji validitas para ahli.

Aplikasi ini juga telah berhasil mengantarkannya menyabet juara III dalam ajang Smart Week Competition gelaran Univesitas Sebelas Maret (UNS) 2022.

“Untuk harapan ke depan, semoga aplikasi ini bisa segera dirilis secara masif agar masyarakat pun bisa merasakan dampaknya lebih cepat,” pungkas alumnus SMA Negeri 1 Kendal ini penuh harap.(Koran Memo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *