January 29, 2023

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha saat rilis kasus penculikan gadis belia, Jumat (25/11) sore.

Jombang, sejahtera.co – Satreskrim Polres Jombang mengungkap kasus penculikan seorang gadis belia, Jumat (25/11) sore. Selain diculik, gadis berusia 15 tahun ini juga disetubuhi sebanyak belasan kali oleh tersangka dengan modus mengajak menikah dan dibawa kabur ke Jakarta.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha mengatakan, penculik itu inisial GYM (41) bekerja sebagai guru asal Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Sedangkan kasus ini menimpa korban berinisial IY (15) asal Kabupaten Jombang yang sebelumnya dilaporkan oleh orang tuanya telah hilang pada bulan Agustus 2022 kemarin.

giadi menjelaskan, kejadian dimulai ada informasi anak hilang di wilayah Kabupaten Jombang. Setelah dilakukan penyelidikan dari beberapa informasi, anak tersebut (korban) dijemput oleh seseorang tak dikenal.

Baca Juga :   Hendak Kencing, Pemancing di Kediri Temukan Mayat Bayi

“Dari penyelidikan yang cukup panjang mulai bulan Agustus sampai dengan November, ternyata gadis ini berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya tepatnya di Ciledug,” ungkap AKP Giadi saat konferensi pers, Jumat (25/11) sore

Mendapatkan kabar informasi tersebut, kasatreskrim bersama tim Eagle Satreskrim Polres Jombang langsung berangkat untuk melaksanakan penyelidikan di sana.

Selanjutnya, tim Eagle Satreskrim Polres Jombang mendapati ada anak di bawah umur asal Jombang disekap atau diculik oleh tersangka di sebuah rumah kos. Dalam pelaksanaan evaluasi terhadap korban dari Jakarta menuju ke Surabaya, akhirnya dapat meringkus pelaku.

“Pada kesaksian korban bersama pelaku itu, korban memang disetubuhi kemudian disekap dan diperlakukan tidak manusiawi yakni hanya diberikan makan satu kali selama sehari,” jelasnya.

Atas tindakan penculikan anak tersebut, Satreskrim Polres Jombang juga akan berkoordinasi dengan kejaksaan dan Satgas PPA Kabupaten Jombang, agar pelaku ini dikenakan pasal berlapis tentang persetubuhan anak di bawah umur dan undang-undang perlindungan anak.

“Kami kenakan pelaku dengan Pasal 332 KUHP yakni membawa lari anak di bawah umur dengan ancaman 9 tahun penjara,” urainya.

Sedangkan untuk motifnya, Kasatreskrim Polres Jombang mengatakan, bermula korban ini berkenalan via media sosial atau medsos, dan menceritakan keluh kesahnya ke pelaku.

Baca Juga :   Pantau Pelaksanaan ANBK  SMP, Ini Yang Dilakukan Disdik Kabupaten Kediri

Kemudian, tersangka menjemput dari Jakarta menggunakan sepeda motor di samping rumah korban. Sebetulnya pelaku ini tertarik dengan korban untuk dibujuk akan dinikahi meskipun yang bersangkutan tahu korban merupakan anak di bawah umu.

“Informasi ini kita temukan tentang adanya anak hilang di Kabupaten Jombang kemudian juga banyak informasi termasuk mayat yang ditemukan ciri-cirinya hampir mirip dan sebagainya. Setelah terus kita dalami, bahkan ada yang menginformasikan dai Papua dan Kalimantan. Akhirnya kami mendapatkan informasi penculikan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka GYM kepada petugas mengaku ingin menikahi korban saat kenal melalui media sosial Instagram. Tersangka juga mengaku jika korban hanya ingin kabur karena ada permasalahan tentang keluarga, dan tidak dibujuk rayu hingga membawa korban ke Jakarta.

“Kalau disuruh pulang tidak mau dan maunya di rumah kos karena ada peliharaan kucing yang ingin dia rawat. Hubungannya kami sudah 2 sampai 3 bulan, sudah menyetubuhi 17 kali,” ucap tersangka. (Koran Memo)

Baca Juga :   Hendak Edarkan Sabu, Sopir Ditangkap Polisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *