January 29, 2023

Petugas Polres Tulungagung saat mengamankan truk box yang digunakan tersangka untuk mengangkut solar subsidi usai membelinya dari SPBU di Kediri beserta barang bukti lainnya (isal/memo)

Tulungagung, sejahtera.co – Dua tersangka penimbunan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar, MJ (42) warga Kota Surabaya, dan PY (54) warga Kabupaten Sidoarjo diamankan oleh Polres Tulungagung, Rabu (30/11). 

Tidak main-main, kedua pelaku yang diduga pemain lama itu berhasil meninbun solar subsidi sebanyak ribuan liter yang dijualnya kembali dengan harga mahal. Akibatnya, negara harus mengalami kerugian lebih dari ratusan juta.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto mengatakan, terungkapnya bisnis gelap yang dilakukan keduanya bermula pada 11 November 2022 sekitar pukul 08.00 WIB, Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung mendapat informasi adanya penyalahgunaan BBM solar bersubsidi yang diangkut truk tangki bertuliskan PT Dina Raya Internusa nopol AE 8698 UB.

Mendapati laporan itu, pihaknya lantas melakukan pengejaran untuk memeriksa truk tersebut. Rupanya, truk itu berhenti di Jalan Raya Ngantru Kabupaten Tulungagung. Saat itu, truk tersebut sedang dikemudikan oleh MJ dan langsung diamankan petugas.

Baca Juga :   Karya Anak Bangsa! Bus Listrik Merah Putih untuk Transportasi Peserta G20

 “Dia mengaku jika yang diangkut merupakan BBM jenis solar yang diambil dadu gudang di Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri,” kata AKBP Eko Hartanto saat konferensi pers, Rabu (30/11).

Setelah mendapat pengakuan tersebut, jelas Eko, pihaknya lantas menuju ke gudang tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Setibanya petugas di gudang, terdapat dua orang yang bertugas sebagai penjaga. 

Keduanya membenarkan jika isi gudang tersebut digunakan untuk menampung BBM solar bersubsidi. Nantinya solar di dalam gudang itu akan dijual kembali dan didistribusikan pada perusahaan-perusahaan di Tulungagung.

Setalah pihaknya mendapati bukti kuat dan mendapatkan keterangan saksi ahli, pihaknya langsung melakukan gelar perkara. Alhasil, sopir truk MJ dan pemilik gudang yakni PY ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan. 

“Pada tanggal 28 November 2022 lalu, keduanya kami tahan di Rumah Tanahan (Rutan) Polres Tulungagung,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan terhadap kedua tersangka, ungkap Eko, keduanya mendapatkan solar subsidi dengan cara membeli dari berbagai SPBU di Kediri dengan harga Rp 5.800 per liternya. 

Baca Juga :   Polisi Dalami Siswa SD Dikeroyok Kakak Kelas  

Setelah mendapatkan solar tersebut, mereka lantas menimbunnya di gudang untuk nantinya dijual kembali dengan harga Rp 11 ribu per liternya. 

Kemudian, solar tersebut mereka angkut menggunakan truk tangki PT Dinas Raya Internusa agar solar tersebut seolah-olah bukan solar bersubsidi.

“Jadi mereka keliling SPBU di Kediri untuk cari solar menggunakan truk box yang sudah dimodifikasi pada bagian tangkinya. Lalu BBM itu ditimbun dan dijual ulang,” ungkapnya.

Disinggung berapa lama kedua tersangka melakukan bisnis gelap tersebut, Eko mengaku, berdasarkan dari surat sewa gudang, tersangka baru menjalakan bisnis ini selama 4 bulan. 

Hanya saja jika melihat berdasafkan cara kerja mereka, pihaknya menduga jika tersangka merupakan pemain lama dalam bisnis penimbunan BBM Solar bersubdisi.

Sedangkan untuk perusahaan yang menampung BBM solar subsidi dari tersangka saat ini masih dilakukan proses penyelidikan terkait keterlibatannya. “Perusahaannya masih kami selidiki dan dalami lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga :   Tak Diperhatikan Pemerintah, Paguyuban Kesenian Jaranan Protes ke DPRD

Sementara barang bukti yang diamankan berupa 1 truk tangki PT Dina Raya Internusa yang berisi 8.000 liter solar subsidi, 1 truk tangki berisi 4.500 liter solar bersubsidi, dan 1 truk box berisi 7 jurigen ukuran 20 liter dengan total solar bersubsidi 140 liter.

Selain itu, 3 galon dengan total 45 liter solar bersubsidi, 12 jurigen kosong, 2 galon, 3 drum besi kosong, 3 alat sedot, 1 diesel, 5 selang, 1 timba, 1 mesin sedot, 4 kempu kosong, 3 buku catatan solar, 1 kayu alat ukur dan 1 surat jalan dari PT Dina Raya Internusa.

“Keduanya diancam dengan pasal Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi juncto Pasal 55 UU RI Nomor 1 tahun 2020 tentang cipta kerja juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya.(sho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *