January 29, 2023

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Batu, Erfanuddin (arief/memo)

Batu, sejahtera.co – Pada pemilu serentak 2024 rancangan penyusunan daerah pemilihan (dapil) menggunakan sistem informasi. Berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang dilakukan secara manual. Seiring hal itu, KPU Batu menyebarluaskan skema penataan dapil berkaitan dengan pemilihan legislatif.

Kota Batu membagi empat dapil dalam pelaksanaan pemilihan anggota DPRD tingkat kota. Keempatnya, terdiri dari Kecamatan Batu dibagi dua dapil, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji masing-masing satu dapil.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Batu, Erfanuddin menyampaikan ada tiga rancangan dapil untuk menentukan alokasi kursi anggota DPRD Kota Batu pada Pemilu 2024 mendatang. 

Baca Juga :   Kuota Haji Bertambah, Kemenag Kabupaten Kediri Tunggu Kebijakan Pusat

Ketiga rancangan itu nantinya akan melewati tahap uji publik melibatkan unsur parpol, akademisi hingga pemangku kebijakan.

“Salah satu rancangan dapil bisa tetap seperti pemilu 2019 lalu atau ada pergeseran desa/kelurahan yang ada diperbatasan kecamatan,” ujarnya, Kamis (1/12).

Ia mencontohkan, Desa Punten yang berada di wilayah Kecamatan Bumiaji berdempetan dengan Desa Sidomulyo yang berada di Kecamatan Batu. 

Dua desa itu bisa saja digabung dalam satu dapil atau tetap seperti Pileg 2019 lalu. Jika tetap seperti pemilu sebelumnya, Desa Punten masuk dapil Bumiaji, sedangkan Desa Sidomulyo masuk dapil Batu I.

Baca Juga :   Hari Ikan Nasional 2022, Bunda Fey Kampanyekan Makan Ikan

“Untuk penataan dapil akan terlebih dulu dibahas melalui uji publik. Kami akan mempertimbangkan varian seperti adat budaya, apakah nantinya bisa representatif jika digabung dalam satu dapil,” papar Erfan.

Menurutnya, uji publik ini bisa dimanfaatkan para peserta pemilu karena mereka sudah punya basis suaranya masing-masing. 

Kemudian dalam menentukan dapil, KPU Kota Batu juga tidak boleh mengabaikan adanya kesinambungan dengan dapil sebelumya.

Di sisi lain, rancangan penataan dapil ini didasarkan dari tingginya angka ketidakterwakilan warga dalam pemilu sebelumnya. Jumlah ketidakterwakilan warga mencapai 7 ribu orang per dapil. Sehingga melalui penataan dapil itu bisa mengakomodir keterwakilan warga.

Baca Juga :   Mujikari Dituntut 1 Tahun Penjara

Dalam rancangan penataan dapil, lanjut Erfanudin, KPU kota Batu hanya akan melakukan pergeseran desa/kelurahan, bukan melakukan pemecahan dapil. 

Selain itu varian jumlah penduduk setiap desa yang berbeda juga harus dihitung dulu secara seksama. Baru kemudian bisa ditentukan alokasikan kursi dalam satu dapil tersebut.

“Jadi nanti alokasinya bisa lebih proporsional. Selain itu keterwakilan penduduk seluruh desa juga bisa lebih maksimal. Untuk itu kita akan mencari rumusnya yang ideal dan tepat,” tandas Erfanudin. (rif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *