“Keberadaan dua bendungan sangat vital dan penting. Maka dari itu, kami perlu untuk menjaga daya tamping air,” katanya.
Dia menargetkan, selama sepekan itu, pengerukan sedimen mampu membersihkan minimal 500 kubik. Dengan rincian 300 kubik di Bendungan Wlingi Raya dan 200 kubik di Bendungan Lodoyo.
Sebelum pembersihan digelar, dilakukan pembukaan pintu waduk. Selanjutnya, lima ekskavator yang dilengkapi dengan pengapung silih berganti mengeruk sedimen dan digelontorkan ke aliran air turun ke bawah. Pengerukan dilakukan dengan hati-hati.
Sementara itu, di tengah suasana penggelontoran momen yang ditunggu-tunggu warga pun akhirnya tiba. Ketika digelontor, banyak ikan mudah ditangkap atau yang biasa disebut dengan ikan mabuk.
Baca Juga :Polres Jombang Ringkus Tiga Pelaku Rudapaksa, Sempat Cekoki Korban dengan Miras
Ikan endemik Sungai Brantas berukuran kecil dan besar menjadi rebutan warga. Seperti rengkik, bekel, gurami, kutuk, tawes, tombro, nila dan masih banyak lagi lainnya. “Kami minta warga untuk berhati-hati ketika mencari ikan.



















