Kediri, SEJAHTERA.CO – Suara gemuruh pecut menggema di kawasan wisata Gua Selomangkleng, saat 1.100 penari dari berbagai daerah tampil dalam Lomba Cipta Tari Kreasi Pecut Samandiman, Minggu (3/8/2025).
Acara ini digelar Pemerintah Kota Kediri sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri.
Sebanyak 13 sanggar tari turut ambil bagian, berasal dari berbagai kota seperti Nganjuk, Malang, Ponorogo, Jombang, Jambi, Bontang, Madiun, dan Kediri sebagai tuan rumah.
Setiap grup membawa pecut sepanjang 3,5 meter dan menampilkan tarian kolosal yang memadukan gerak, irama, dan tari serta semangat budaya Nusantara.
Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowimudin Toha, secara resmi membuka acara ini. Ia menyebut Pecut Samandiman sebagai simbol budaya yang hidup dan berkembang dari masa ke masa.
Baca Juga :Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Targetkan 18 Miliar Benih Ikan Lele Tahun 2025
“Ini bukan sekadar tari atau suara pecut. Di dalamnya ada semangat, kedisiplinan, dan kebudayaan yang terus tumbuh. Pecut Samandiman kini menjadi bagian dari budaya Nusantara,” ujar Gus Qowim.
“Selama enam tahun di pondok, saya bawa pecut kecil. Bukan untuk menghukum, tapi untuk menyemangati santri agar rajin mengaji,” tambahnya sambil tersenyum.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Zachrie Ahmad, S.Sos., M.M., mengapresiasi semangat para peserta.



















