Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Tradisi menerbangkan balon udara di Kabupaten Ponorogo dikemas lebih aman dan menarik melalui ajang Reog Balon Carnival (RBC) 2026.
Jika sebelumnya aktivitas balon udara identik dengan penerbangan ilegal yang berpotensi membahayakan, kali ini puluhan balon dari berbagai daerah di Bumi Reyog dilombakan secara resmi.
Sejak pagi, ribuan warga memadati area sirkuit motocross di Kecamatan Jenangan, Minggu (29/3/2026), untuk menyaksikan festival balon udara yang menampilkan beragam motif unik dan warna-warni.
Balon berukuran besar tampak menghiasi langit Kabupaten Ponorogo, dan menjadi hiburan bagi masyarakat.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, festival ini digelar sebagai wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi menerbangkan balon udara, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Baca Juga Hasil Muscab DPC PKB Ponorogo, Tujuh Kandidat Siap Berebut Kursi Ketua
“Festival ini bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat Ponorogo yang memiliki hobi menerbangkan balon tanpa awak. Kami fasilitasi melalui kegiatan yang aman dan terkontrol,” ungkap AKBP Andin Wisnu Sudibyo.
Berbeda dengan balon udara ilegal yang biasanya dilepas bebas bahkan dilengkapi petasan, pada ajang RBC seluruh balon diterbangkan dengan sistem ditambatkan menggunakan tali.
Selain menjamin keamanan, balon juga dinilai berdasarkan kreativitas desain serta keunikan bentuk.
“Di sini ada aturan dan indikator penilaian. Balon diterbangkan dengan diikat tali sehingga aman dan bisa dikendalikan. Berbeda dengan balon ilegal yang kerap menimbulkan bahaya karena dapat jatuh di jaringan listrik maupun permukiman,” tegasnya.



















