“Jumlah 1641 anak yatim piatu ini masih data dari tahun 2023, untuk data terbaru di tahun 2024 masih kita himpun, bisa lebih banyak atau berkurang,” ungkapnya.
Melalui penyaluran bantuan ini, Paulus berharap dapat mencukupi kebutuhan untuk anak-anak yatim piatu di Kota Kediri. Ia berpesan pada para orangtua atau wali anak agar dapat memanfaatkan batuan-bantuan dari Kementerian Sosial dan Pemkot Kediri secara bijak sebagaimana mestinya.
“Semoga bisa membantu meringankan ekonomi orang tua untuk memberikan kebutuhan dan keperluan pendidikan anaknya. Jangan sampai disalahgunakan untuk keperluan yang tidak penting,” pesannya.
Sementara itu, salah satu wali anak Istia Yuliana asal Kelurahan Ngletih merasa bersyukur dan cukup terbantu mendapat bantuan ini. Ia mengaku sejak Covid-19 tepatnya tahun 2021, ia harus menghidupi keenam anaknya seorang diri.
“Suami meninggal karena Covid-19, Alhamdulillah sejak saat itu ada bantuan ATENSI Yapi ini. Tentu bantuan ini sangat membantu saya sebagai orangtua tunggal untuk menyekolahkan keenam anak saya,” ujarnya.
Istia mengatakan proses yang dilaluinya saat mengambil bantuan ini cukup mudah, antara lain: verifikasi data, penyerahan bantuan ATENSI, dan foto dokumentasi. Adapun dokumen yang dipersiapkan cukup sederhana, antara lain: KTP orang tua, KK, KIA, serta akta lahir anak.
“Semoga bantuan ini bisa terus diberikan supaya semua keperluan sekolah anak bisa terus tercukupi,” tutupnya.
Editor: Dhita Septiadama



















