Info Lur…!, Harga Gula Pasir Naik, Telur Ayam Terus Turun di Kediri Usai Lebaran, Selentingannya Stok Menipis?

Info Lur…!, Harga Gula Pasir Naik, Telur Ayam Terus Turun di Kediri Usai Lebaran, Selentingannya Stok Menipis?
Harga gula pasir di Kabupaten Kediri, usai Lebaran justru naik menjadi Rp 18.000 per kilogram secara eceran dari sebelumnya Rp Rp 17.500 per kilogram –dok-sejahtera.co

Kediri, SEJAHTERA.CO – Info gres lur!, Usai Lebaran harga sejumlah barang atau kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Kediri, dalam kondisi tidak stabil?.

Harga beras jenis 64 di Kabupaten Kediri menjelang Lebaran sempat naik Rp 500 hingga menjadi Rp 13.000 per kilogram secara eceran.

Setelah Lebaran, harga beras jenis 64 atau medium di Kabupaten Kediri, kembali lagi di harga Rp 12.500 per kilogram secara eceran.

Read More

Lain halnya harga telur ayam, sejak menjelang Lebaran terus turun dan hari ini, Selasa (15/4/2025) tinggal Rp 23.500 per kilogram secara eceran.

Baca Juga :Ops Ketupat Semeru 2025 Kabupaten Kediri, Laka Lantas Turun, Tetap Ada Evaluasi

Padahal dua hari lalu, Minggu (13/4/2025) harga telur ayam di Kabupaten Kediri masih di harga Rp 24.500 per kilogram secara eceran.

Mulai hari ini juga, Selasa (15/4/2025) giliran harga gula pasir di Kabupaten Kediri naik menjadi Rp 18.000 per kilogram secara eceran kemasan trep (50 gram).

Padahal, sudah berbulan-bulan atau selama dua bulan, harga gula pasir bertahan di harga Rp 17.500 perkilogram secara eceran.

Sementara kemasan gula pasir 400 gram, selama ini Rp 14.500 per kilogram, kini ada yang tetap di harga Rp 14.500 hingga Rp 15.000 per kilogram secara eceran.

“Tidak tahu kenapa?. Padahal lebih dua bulan bahkan Lebaran pun tidak ada kenaikan harga gula,” kata salah satu pemilik toko kelontong di wilayah Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Malikha, Selasa (15/4/2025).

Baca Juga :Sekolah Rakyat di Kediri Fokus untuk Keluarga Prasejahtera

Karena dari pengirim (agen) naik, kata Malikha, maka penjualannya juga naik. “Kini menjadi Rp 18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 17.500 per kilogram secara eceran,” ujarnya.

Sementara itu dari agen atau pemasok, harga gula secara bal-balan (10 kilogram) juga malah bervariasi. Ada yang menjual Rp 168.000 per lima bal, Rp 167.500 per sepuluh bal hingga Rp 167.200 per 20 bal.

Kemudian dari pemasok lain, ada yang menjual hanya Rp 167.000 per bal. Kulakan lima hingga sepuluh harganya tetap sama, Rp 167.000 per bal untuk kemasan trep.

Untuk kemasan 400 gram (non trep), harganya Rp 134.000 per bal atau tanpa melihat berapa bal pembeliannya.

Di tempat lain atau agen lain, ada yang menjual kemasan 400 gram dengan harga Rp 136.500 untuk pembelian lima bal dan Rp 135.500 untuk 15 bal.

Baca Juga :Dua Bendungan di Blitar Bakal Bersihkan Endapan, Jadi Momen Paling Ditunggu Pemburu Ikan Brantas

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *