Terdapat sejumlah dampak positif pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen seperti mempersingkat waktu tempuh dan mengurangi kemacetan.
Baca Juga :BPBD Kabupaten Kediri Minta Warga Waspadai Hujan Deras, Angin Kencang dan Pohon Tumbang
Demikianlah Bupati Malang Sanusi ingin Jalan Tol Malang-Kepanjen sepanjang 30 kilometer prosesnya dipercepat.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengatakan jalan tol tersebut selain menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, juga sekaligus mendukung pencapaian kedaulatan pangan.
“Kami mengusulkan percepatan pembangunan tol Malang-Kepanjen, termasuk jalur Gondanglegi-Balekambang dan infrastruktur lainnya,” ujarnya, Rabu (16/4/2025).
Tomie menjelaskan strategi pembangunan daerah harus sinergis dengan kebijakan nasional. Pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga :Dinsos Kota Blitar: Pengurangan Data KPM Sudah Melalui Verifikasi
“Pak menteri menyampaikan, fokus utama adalah infrastruktur penunjang ketahanan pangan, seperti jaringan irigasi dan sanitasi. Bahkan akan diterbitkan Inpres agar pusat bisa turun tangan langsung dalam pembangunan itu,” jelasnya.
Meski fokus utama diarahkan pada ketahanan pangan, pembangunan jalan tetap masuk dalam kategori penting, termasuk Tol Malang-Kepanjen.
“Jalan tol tetap termasuk infrastruktur strategis. Meskipun bukan prioritas pertama, tetap menjadi bagian penting untuk mendukung akses distribusi pangan dan mobilitas masyarakat,” tegas Tomie.
Baca Juga :Jalur Zonasi di SPMB SMP 2025 Kabupaten Kediri Diperluas
Dengan pembangunan tol dan infrastruktur penunjang lainnya, Pemerintah Kabupaten Malang berharap tercipta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata serta ketahanan pangan yang berkelanjutan.



















