Kediri, SEJAHTERA.CO – Kabar gembira? Mungkin saja. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim kemarau akan berakhir.
Bahkan diprediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober ini, dan awal musim hujan secara bertahap, dimulai awal November 2023.
Benarkah prediksi BMKG? Bisa juga iya?. Karena di sebagian wilayah Kabupaten Kediri pada Jumat (6/10/2023 telah turun hujan cukup lebat meski sebentar.
Sebagian wilayah Kabupaten Kediri yang telah hujan dan terpatau KORANMEMO.COM, wilayah Kecamatan Gampengrejo, Kecamatan Kayen Kidul hingga sebagian wilayah Kecamatan Pagu.
Hujan turun yang disertai angin kencang terjadi di Desa Plosorejo (dan sekitarnya), Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri sekitar pukul 15.00 hingga sekitar pukul 16.00.
Hujan seperti saat ini, meski cukup deras, membuat warga dan para petani cukup lega. Tanah cukup basah yang sangat berguna untuk menyiram tanaman baik jagung maupun padi.
Kadang sebagian masyarakat Indonesia, terutama Jawa, menyebut, hujan disaat kemarau panjang adalah “hujan kiriman”. Setelah itu lama tidak hujan lagi.
Tapi hujan yang tidak lama tapi cukup basah ini, menjadi berkah tersendiri bagi warga atau petani di Desa Kalibelo, Kecamatan Gampengrejo.
Betapa tidak, beberapa hari belakangan, sawah yang lahannya sedang ditanami padi, tidak mendapat air sehingga tanahnya kering dan pecah-pecah.
Kondisi seperti ini, menjadi ancaman terdiri. Panen bisa tidak maksimal atau ancaman seriusnya bisa puso (gagal panen).
Karena itu, beberapa hari terakhir, para petani di Desa Kalibelo, sibuk membuat sumur bor untuk pengairan sawahnya yang sedang butuh air demi pertumbuhan.
Kenapa membuat sumur bor?. “Lha, aliran (cabang) Sungai Brantas yang melintas di persawahan Desa Kalibelo dan seterusnya dibendung karena ada perbaikan,” kata salah satu petani.
Sementara itu, hampir seluruh lahan pertanian di Desa Kalibelo, utamanya di selatan desa, pengairannya mengandalkan dari Sungai Brantas.
Khusus di desa tersebut, terdapat pintu air kecil tapi mampu mengairi lahan pertanian seluruh di Desa Kalibelo. Selama ini, baik musim ketigo (kemarau) atau penghujan, lahan pertanian selalu lancer untuk urusan air.



















