Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Kasus dugaan pencurian ponsel di SMAN 2 Nganjuk yang diduga dilakukan oleh May (15) siswi kelas X belum ada titik terang. Ini menyusul belum adanya kesepakatan antara orang tua May dengan pihak SMAN 2 Nganjuk terkait kasus tersebut.
Satu sisi, pihak SMAN 2 Nganjuk merasa tidak menuduh, dan hanya menduga berdasarkan keterangan saksi dan bukti rekaman CCTV, sisi lain pihak orang tua May merasa anaknya tidak mencuri ponsel tersebut.
Bahkan, orang tua May mengadukan permasalahan dugaan pencurian ponsel di SMAN 2 Nganjuk ini ke Woman Crisis Centre (WCC) Kabupaten Nganjuk.
“Masalah ini saya adukan Dinsos PPA Kabupaten Nganjuk, dan saya diarahkan ke WCC,” kata Ped (60) orang tua atau wali murid May.
Menurut Ped, dalam pengaduannya ke WCC tersebut, dirinya telah menuliskan kronologi kejadian sesuai apa yang dialami anaknya.
“Saya berharap masalah ini segera terselesaikan setelah saya mengadu ke WCC, dan saya yakin anak saya bukan pencuri,” tukas Ped.
Menanggapi pengaduan itu, Musidah, SH Ketua WCC Nganjuk akan menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan memanggil Kepala SMAN 2 Nganjuk untuk mediasi.
“Di pikiran saya hanya satu, si anak ini segera sekolah kembali. Maka dari itu masalah tersebut harus klir,” kata Musidah kepada Koran Memo Grup, Rabu (13/9).
Karena WCC Nganjuk sudah menerima pengaduan, lanjut Musidah, maka pihaknya punya kewenangan untuk memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangan, dan dimediasi untuk meng-klirkan masalah ini.
“Secepatnya akan kami mintai keterangan. Kemarin pihak pengadu sudah. Giliran pihak teradu,” tegas Musidah.
Sebelumnya, seorang siswi kelas X di SMAN 2 Nganjuk, inisial May (15) mengaku syok setelah diduga mencuri ponsel salah satu teman kelasnya. Usai kejadian, May tidak diizinkan masuk sekolah.
Namun yang membuat Ped (60) orang tua May jengkel, anaknya pulang diantar salah satu guru BK lantaran diduga mencuri ponsel di SMAN 2 Nganjuk.
“Menurut anak saya, kejadiannya pada Senin, 4 September 2023 pagi usai upacara, dilanjut orasi ketua OSIS,” ujar Ped, yang juga warga Lingkungan Bonggah Kelurahan Ploso Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Selasa (12/9).
Waktu itu, lanjut Ped, saat orasi ketua OSIS, anaknya izin keluar barisan untuk pergi ke toilet, bersama temannya. Setelah sampai toilet, keduanya berpapasan dengan satu siswi.



















