Sidak Bapok, Harga dan Stok Pangan Disebut Stabil

Sidak Bapok, Harga dan Stok Pangan Disebut Stabil

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pemkab Tulungagung menggelar sidak harga Bahan Pokok (Bapok) di pasar Tulungagung. Hasilnya, dipastikan jika harga bapok pada saat ini tergolong normal utamanya seperti beras yang sempat naik beberapa waktu lalu.

Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, sudah melalukan sidak harga bapok di Pasar Ngemplak Tulungagung. Diketahui, harga bapok tersebut stabil dan sudah tidak lagi ada lonjakan harga seperti yang terjadi pada beberapa bulan sebelumnya.

Dia mencontohkan, harga beras saat ini sudah terjangkau yang bahkan beberapa beras harganya di bawah Harga Eceran Tetap (HET) utamanya beras dari Bulog. Adapun beras medium dihargai Rp 13 ribu perkilogram, sedangkan untuk beras premium mencapai Rp 15 ribu perkilogram.

Read More

“Harganya sudah stabil, kalau beras dari bulog justru di bawah HET. Hanya saja untuk beberapa merek beras harganya masih diatas HET,” kata Heru Suseno, Kamis (12/10/2023).

Terkait stok beras, ungkap Heru, pihaknya bisa memastikan jika stok beras di pasaran saat ini masih aman dan tidak terjadi kelangkaan. Bulog masih memiliki cadangan beras yang cukup melimpah, sehingga kebutuhan masyarakat masih bisa tercukupi.

Heru menjamin harga beras di Tulungagung saat ini tidak akan mempengaruhi inflasi. Mengingat, Bulog mampu mensuplai kebutuhan beras untuk masyarakat di pasaran, dengan begitu inflasi di Tulungagung bisa dikendalikan.

“Beras ini memang faktor utama penyebab inflasi, tetapi melihat harga dan stok yang stabil saat ini dipastikan tidak akan mempengaruhi inflasi,” ungkapnya.

Disinggung terkait harga bapok lainnya, Heru menyebut seperti cabai rawit yang beberapa bulan lalu harganya sempat tinggi. Saat ini sudah kembali stabil di harga Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu perkilogram.

Selain itu untuk harga telur, daging, bawang merah dan putih juga harganya stabil, sehingga harga bapok tidak ada persoalan.

Sedangkan terkait instruksi Mendagri soal penanganan inflasi, pihaknya tentu akan berfokus pada persoalan pangan mulai dari harga maupun stoknya itu sendiri.

Dalam hal ini, pihaknya akan tetap berupaya dalam menjaga kebutuhan pangan di Kabupaten Tulungagung. Hal ini merupakan komponen penting dalam penanganan inflasi.

“Stok kebutuhan pangan kita sampai dengan akhir tahun masih mampu bertahan. Belum lagi untuk cadangan pangan pemerintah ada 47,2 ton yang diperuntukkan apabila terjadi bencana atau secara keseluruhan,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *