Harga Gabah Naik, Ini Penyebabnya

Harga Gabah Naik, Ini Penyebabnya

Supardi juga mengaku bersyukur di wilayahnya tidak menemukan kendala berarti dalam hal irigasi. “Pasokan air irigasi dari saluran induk tetap melimpah. Sehingga petani disini tidak kesulitan air dan sangat membantu petani di sini,’’ paparnya.

Dengan naiknya harga gabah ditingkat petani, menurut Supardi, pendapatan yang didapat petani juga otomatis ikut naik. Dia mencontohkan, per banon 100 alias 1.400 meter persegi, petani mendapat gabah kering sekitar 1,1 ton.

Jika dikalikan dengan harga gabah senilai Rp 7.000 per kilogram, maka per 1.400 meter perseginya petani bisa meraup hasil kotor hingga Rp 7,5 juta – Rp7,7 juta.

Read More

“Itu belum dikurangi modal tanam sekitar Rp 2 juta dan juga ongkos panen,” pungkasnya. (st2)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *