Kekeringan di Bumi Menak Sopal Masih Berpotensi Meluas, Terparah Daerah Ini

Kekeringan di Bumi Menak Sopal Masih Berpotensi Meluas, Terparah Daerah Ini

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kekeringan di Bumi Menak Sopal berpotensi untuk bertambah. Kondisi itu mengacu pada prakiraan musim hujan yang jatuh pada kisaran November 2023.

Selain itu, potensi bertambahnya kekeringan di Trenggalek itu dipengaruhi dampak kekeringan meteorologis kategori awas yang diperkirakan berakhir pada Oktober 2023.

Bumi Menak Sopal menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang dilanda kekeringan meteorologis kategori awas. Kondisi curah hujan di bawah normal itu mengakibatkan sebanyak sembilan desa dari enam kecamatan terdampak kekeringan.

Read More

Jumlah itu mengalami penambahan lima kecamatan dari laporan kekeringan awal musim kemarau.

“Tolok ukur kita adanya permintaan air bersih dari warga yang ditindaklanjuti dengan pengiriman suplai air bersih,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Selasa (26/9).

Sembilan desa yang mengalami kekeringan itu adalah Desa Besuki, Ngrencak dan Banjar di Kecamatan Panggul, Desa Suruh dan Desa Mlinjon di Kecamatan Suruh, Desa Tanggaran di Kecamatan Pule.

“Juga Desa Jatiperahu di Kecamatan Karangan. Selain itu Desa Cakul di Kecamatan Dongko dan Desa Ngulungkulon di Kecamatan Munjungan. Kondisi riil di lapangan banyak sumber air yang mengering terdampak kekeringan meteorologis awas,” imbuhnya.

Selain sembilan desa itu, kekeringan di Bumi Menak Sopal masih berpotensi meluas. Berkaca pada 2019 lalu, beberapa titik dari 60 desa di 14 kecamatan terdampak kekeringan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *