“Dari hobi inilah akhirnya menjadi seperti yang sekarang. Saya selesai kuliah dari jurusan Sendratasik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 1999 dan terus mengasah diri untuk trampil berkesenian,” jelasnya.
Lulus menjelaskan, sebagai guru, kreator, sutradara dan koreografer sekaligus stage manager memang harus kuras tenaga, waktu dan jiwa yang tulus. Namun itulah tanggung jawab Lulus sebagai seniman yang harus tanggung jawab penuh akan hasil karyanya. Tanggung jawab juga pada muridnya untuk bisa berkesenian.
“Tentu dibutuhkan tim yang solid untuk pagelaran seni yang sifatnya kolosal. Kita koordinasi dengan teman-teman guru karena pertunjukkanya melibatkan para guru. Karenanya untuk berkesenian perlu adanya super team untuk bisa sukses adanya pertunjukkan,” imbuhnya. (bak)



















