Menurutnya, sepeda hingga jersey itu tentu memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi dirinya. Dalam meraih medali tersebut, latihan ekstra keras dia lakoni selama 12 tahun lamanya. Hingga pada Kejurnas Downhill 2022 di Banyuwangi, mimpi itu berhasil ia gapai.
“Melihat perjuangan itu, saya jadi ingat masyarakat di Palestina juga sedang berjuang bertahan hidup. Sebab itu, sepeda dan jersey bersejarahku itu saya lelang. Saya menunggu dan berusaha keras meraih mimpi itu sejak 12 tahun yang lalu,” kata dia.
Sebafai informasi, nama Afos Katana di dunia balap sepeda Indonesia cukup mentereng. Pebalap asal Kelurahan Songgoriti, Kota Batu itu bahkan pernah mencatatkan nama Indonesia di ajang Sea Games 2013 dengan meriah medali emas. Sederet medali di kejuaraan tingkat nasional juga berhasil dibabatnya.
Kini, Afos Katana mendedikasikan kepiawaianya dengan mendirikan akademi sepeda bersama adik kandungnya Dhana Filtra Gorri yang diberi nama Afos Katana Family (AKF). Lambat laun, akademi AKF mampu mengorbitkan pebalap muda handal.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















