Bentuk dari ledakan tersebut, lanjutnya, serpihan ditemukan hingga jarak sekitar 500 meter.
Dari temuan sementara, Kapolda Jatim menyebut bahwa mortir yang ditemukan adalah mortir lama. “Seperti mortir zaman perang bentuk timun,” ujarnya, seperti dilansir laman Polda Jatim, Jumat (29/12).
Karena kejadian tersebut terdapat enam korban. Terdiri satu korban meninggal dunia atas nama Gugus (55 tahun).
Kemudian, lima korban luka terdiri atas nama Suryanto, Ika, Engdang, Siti Hamamah dan R (putri 17 tahun).
Dengan kejadian tersebut, Kapolda berpesan agar masyarakat selalu berhati-hati bila menemukan mortir.
“Saya imbau ke masyarakat kalau ada temuan mortir (hati-hati) karena mortir itu kan bahan peledak yang masih aktif. Kita kan tidak tahu sudah dilemahkan atau belum,” pungkasnya.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















