Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dampak hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Tulungagung meluas. Terdapat empat titik pohon tumbang yang beberapa di antaranya mengenai rumah warga. Selain itu enam titik rumah terdampak angin kencang dan salah menerjang tempat wisata.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, usai pendataan setidaknya ada sembilan titik terdampak bencana.
Berdasarkan data sementara, ada sebanyak lima titik terdampak usai peristiwa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di seluruh wilayah Tulungagung. Akibat peristiwa tersebut membuat terjadinya pohon tumbang dan genteng yang melorot usai diterpa angin kencang.
“Datanya sudah bertambah, tadi yang semula ada lima titik, sekarang bertambah menjadi sembilan titik yang terdampak bencana hidreometeorologi yang disebabkan hujan deras dan angin kencang,” kata Gilang Zelakusuma, Rabu (3/1/2024).
Penanganan bencana tersebut, meliputi pohon tumbang pada empat titik yakni di Desa Serut Kecamatan Boyolangu, Jalan Pahlawan masuk Desa Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru. Kemudian di Jalan Pahlawan masuk Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru (Depan Samsat) dan Halaman Kantor Kelurahan Jepun Tulungagung.
Sedangkan untuk penanganan rumah yang terdampak angin kencang sebanyak lima titik yakni berada di Desa Salak Kembang, Desa Tanjung dan Desa Pagersari Kecamatan Kalidawir. Serta pada Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban, Desa Karangsari dan Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan Tulungagung.
“Untuk dua titik pohon tumbang di Jalan Pahlawan itu sempat mengenai rumah warga, sedangkan satu titik terdampak angin kencang yakni di Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan merupakan tempat wisata,” ungkapnya.
Disinggung terkait langkah penanganan, Gilang menyebut jika pihaknya sudah melakukan evakuasi terhadap dua titik pohon tumbang di Jalan Pahlawan yang mengenai rumah warga.
Diketahui, satu titik pohon tumbang yang mengenai rumah warga itu menimpa pagar rumah warga, sedangkan satu titik lainnya menimpa atap rumah warga.



















