Dirinya juga menambahkan bahwa air tersebut sudah diuji labolatorium dan hasilnya bagus serta bisa langsung dikonsumsi.
Senada dengan hal tersebut Agus Tukimin yang juga warga setempat mengatakan, para warga tidak dipatok harga dalam pengambilan air tersebut atau bisa dibilang sukarela.
“Biasanya para warga membayar seribu rupiah, itupun nanti akan buat khas,” tandas Agus.
Reporter:Rio/Andik



















