Heboh!, Dedengkot Musik Rock Indonesia Log Zhelebour Kolaborasi dengan Pelukis, Hanya di Balai Pemuda Surabaya Rek…!

Heboh!, Dedengkot Musik Rock Indonesia Log Zhelebour Kolaborasi dengan Pelukis, Hanya di Balai Pemuda Surabaya Rek…!

Surabaya, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 29 perupa atau pelukis Indonesia, utamanya Jawa Timur, berpameran bersama di di Galeri DKS, Balai Pemuda Surabaya.

Pameran bersama bertema KABISAT di Galeri DKS ini berlangsung mulai tanggal 24 sampai 29 Februari 2024 dengan tanpa dipungut biaya alias gratis.

Heboh atau uniknya, pameran bersama bertema KABISAT ini, bukan dibuka oleh pejabat pemerintahan atau tokoh yang berkecimpung di dunia seni lukis.

Read More

Tapi pembukaannya justru dilakukan oleh dedengkot yang juga Bapak Musik Rock Indonesia Log Zhelebour, Arek Kampung Suroboyo asli.

Pak Log, begitu para kerabat atau para musisi rock akrab menyapa, adalah seorang produser, promotor yang juga pencari bakat musik rock Indonesia di kalangan anak muda.

Meski berpuluh-puluh tahun bergelut dengan musik cadas, termasuk yang dari luar negeri, belakangan Log Zhelebour juga memiliki ketertarikan dan apresiasi terhadap seni rupa.

Dalam sambutannya, Log Zhelebour mengatakan bahwa pameran KABISAT ini merupakan sebuah bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan keberagaman para seniman Indonesia.

Karya karya yang ditampilkan di Galeri DKS, baik itu lukisan, fotografi, digital painting, drawing, dan instalasi logam, mampu menginspirasi dan bermakna.

Kehadiran Log Zhelebour di Surabaya, utamanya dengan sebanyak 29 perupa yang sedang berpameran bersama, sekaligus menjadi ajang reuni.

Pameran KABISAT kali ini merupakan even dari “AmiBi Project” yang digagas oleh Ami Tri & Budi Bi, sekaligus sebagai Panitia Pameran.

“Mudah-mudahan selalu lanjut ke banyak even pameran seni berikutnya dan demi meramaikan kegiatan seni budaya di Surabaya agar semakin eksis,” kata Budi Bi, Rabu (28/2/2024).

Pameran seni rupa KABISAT, tambah Budi Bi, mengusung konsep untuk merenungkan makna waktu dan perubahan dalam kehidupan kita.

Melalui karya-karya Taswir, para seniman mengekspresikan caranya menghargai dan beradaptasi dengan setiap momen yang ada.

“Termasuk momen langka seperti tanggal 29 Februari yang hanya muncul setiap empat tahun sekali,” jelasnya.

Para perupa yang tampil, ujar dia, berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jombang, Jogjakarta, Tuban, dan Jakarta

Beberapa pelukis senior yang ikut meramaikan pameran KABISAT di kawasan Balai Pemuda atau Alun-alun Surabaya di antaranya Mas Dibyo.

Pelukis yang mendunia dan masih akrab dengan rambut gondrongnya ini, tinggal di Tuban, Jawa Timur, lengkap dengan galerinya yang megah.

Berikut 29 Pelukis Yang Pameran Bersama di Galeri DKS:

Mas Dibyo

Jopram

Klowor Waldiyono

Budi Bi

Nanang Widjaya

Emmy Go

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *