Baca Juga :
“Tantangan seperti kekerasan verbal, diskriminasi, bahkan intoleransi bisa muncul jika nilai-nilai kemanusiaan tidak dipahami dan diterapkan dengan baik,” katanya.
Menurut Mugiyanto, pesantren dapat menjadi contoh lembaga pendidikan yang menghormati dan melindungi hak asasi manusia. Dengan menanamkan kesadaran dan kepedulian antarsesama, pesantren bisa melahirkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan bebas dari diskriminasi.
“Penguatan nilai-nilai HAM di pesantren penting untuk menciptakan relasi yang sehat antara pengasuh dan santri, guru dan murid. Ini akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh dukungan,” tandasnya.
Sementara KH Abdul Ghofar, Sekretaris Pondok Pesantren Tebuireng, juga menegaskan pentingnya penguatan HAM di lingkungan pesantren. Menurutnya, para santri tak hanya belajar kitab-kitab klasik dan hadis, tapi juga diajarkan akhlak kepada guru, teman, dan masyarakat sekitar.
“Dengan pemahaman akhlak yang baik, para santri bisa menjadi agen kesadaran untuk saling menghormati dan menjunjung nilai kemanusiaan,” jelasnya.



















