Baca Juga :Izul Marom Pensiun, Bupati Rijanto Pilih Staf Ahli Jabat Penjabat Sekretaris Daerah
Secara rinci, dua jenis bakteri tersebut ditemukan pada nasi, irisan daging ayam, kuah soto, kubis dan telur, sedangkan untuk lauk mie bihun yang berada dalam satu kemasan tidak tercemar bakteri itu.
Pihaknya kemudian melakukan penelusuran terhadap asal usul bakteri tersebut dengan memeriksa juru masak.
“Pada satu paket makanan PMT itu terdiri dari nasi, irisan daging ayam, kubis, kuah soto, potongan telur dan mie bihun. Dari semua item itu, hanya mie bihun saja yang tidak ditemukan adanya dua jenis bakteri itu,” ungkapnya.
Desi menyebut, saat memeriksa juru masak, pihaknya justru tidak menemukan adanya dua jenis bakteri dalam diri juru masak yang menyediakan paket makanan tersebut.
Dengan begitu, pihaknya menduga jika bakteri ini muncul dikarenakan faktor lingkungan seperti cara masak yang kurang maksimal dan lain-lain.
Baca Juga :Sumber Bon C, Wisata Alam Tawarkan Suasana Khas Pegunungan di Blitar, Bisa Beri Makan Ikan
Pasca-insiden ini, Desi menyebut, oihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pemberian PMT pada setiap kegiatan Posyandu di seluruh wilayah Tulungagung.
Pihaknya meminta agar setiap penyedia PMT agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, demi mencegah terjadinya kejadian serupa.
“Banyak faktor sebenarnya, bisa karena bahan makanannya yang sudah tercemar sebelumnya, atau cara memasaknya yang kurang maksimal. Setelah ini, setiap penyedia PMT harus memperhatikan kebersihan bahan makanan maupun lingkungan,” pungkasnya.



















