Pak Ndut mengaku, kunci dari semangatnya adalah rasa syukur dan keikhlasan. Bagi dirinya, menjaga pintu masuk pasar bukan hanya soal menarik retribusi, tetapi juga menjadi bagian dari kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau kita kerja pakai hati, capeknya kalah sama senangnya. Apalagi bisa membantu pasar tetap tertib dan hidup. Itu sudah cukup buat saya bangga,” tambahnya.
BACA JUGA : Sound Horeg di Tulungagung Diperketat: Maksimal Pukul 00.00, Subwoofer Dibatasi
Sosok seperti Pak Ndut yang jarang diperhatikan dan menjadi penggerak roda kecil yang berdampak besar. Di balik kesederhanaannya, tersimpan semangat dan dedikasi tinggi contoh nyata pekerja yang layak diapresiasi.



















