Dirinya menambahkan, pada tahun depan Pemkab akan bekerjasama dengan BPS melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mempermudah menentukan target penurunan kemiskinan.
“Jadi upaya pengentasan kemiskinan kita lebih terarah dan tepat sasaran. Memang DTSEN ini penting, sehingga akan tiba suatu jaman akan bagus capaiannya,” tegas Kang Giri.
Lebih lanjut, selain stimulus dari pemerintah pusat melalui program bantuan sosial (bansos) PKH maupun BPNT, bantuan dari daerah juga digenjot melalui penanganan pada kelompok rentan seperti lansia dan difabel dengan perlakuan khusus.
Baca Juga :Polres Tulungagung Tambah Dua SPPG Baru, Target Beroperasi November
“Karena kategori itu kalau tidak kita treatment ya tetap seperti itu, karena memang sudah tidak produktif,” pungkas bupati dua periode tersebut.
Dari hasil data yang diperoleh, sejak beberapa tahun terakhir angka kemiskinan terus mengalami penurunan, mulai 2023 sebsear 9,53 persen lalu turun 9,11 persen di tahun 2024 hingga pertengahan tahun 2025 menjadi 8,86 persen



















