Kota Malang Bersiap jadi Tuan Rumah Peringatan Harlah 1 Abad NU

Kota Malang Bersiap jadi Tuan Rumah Peringatan Harlah 1 Abad NU
Kota Malang Bersiap jadi Tuan Rumah Peringatan Harlah 1 Abad NU

Setelah berbagai persiapan dimatangkan, Pemkot Malang optimis penyelenggaraan Puncak Harlah 1 Abad NU akan membawa dampak positif bagi daerah.

Baca Juga :Terlanjur Cinta Mati, Pemuda di Ponorogo Menikahi Nenek Usia 58 Tahun

Dari sisi ekonomi, kehadiran puluhan ribu jemaah diproyeksikan mendorong pergerakan UMKM, meningkatkan tingkat hunian hotel dan restoran, serta menggeliatkan sektor pariwisata yang pada akhirnya berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Read More

“Ini sejalan dengan program unggulan 1.000 Event dan diharapkan memberikan dampak sosial serta spiritual bagi masyarakat. Mujahadat Kubra dipandang sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat ukhuwah, dan membawa keberkahan bagi Kota Malang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, KH. Isroqunnajah Masduqi, mengungkapkan bahwa penunjukan Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan Mujahadat Kubra merupakan hasil pertimbangan para kiai.

Menurutnya, Kota Malang dinilai layak menjadi rujukan karena memiliki nilai historis yang kuat. Secara sejarah, Malang pernah masuk nominasi sebagai calon ibu kota negara pada awal kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, kawasan Malang Raya juga menyimpan banyak situs bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa.

“Malang Raya memiliki Pahlawan Nasional KH. Masykur yang berjuang bersama hizbullah. Karena itu, kami memiliki dua monumen masjid, yakni Masjid Sabilillah dan Masjid Hizbullah. Saya kira, alasan-alasan historis inilah yang menjadi pertimbangan para kiai memilih Kota Malang,” papar KH. Isroqunnajah.

Tak hanya dari sisi sejarah, faktor geografis dan kondisi alam Kota Malang juga menjadi nilai tambah. Suasana kota yang relatif sejuk dinilai mampu menciptakan ketenangan dan kekhusukan, terutama dalam pelaksanaan mujahadat yang berlangsung dari malam hingga pagi hari.

“Malang ini relatif adem sehingga bisa mendinginkan suasana. Apalagi saat lantunan zikir, kekhusukan di malam hari sampai pagi. Harapannya cuaca ikut mendukung, sehingga mujahadat ini menjadi luar biasa dan Malang menjadi media mujahadat yang bisa diterima Allah SWT,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *