SEJAHTERA.CO – Tanaman Janda Bolong, atau yang juga dikenal dengan nama Monstera deliciosa, adalah salah satu tanaman yang sedang populer belakangan ini.
Tanaman ini memiliki daun yang unik dan menarik perhatian banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa tanaman Janda Bolong sebenarnya memiliki sejarah dan asal-usul yang menarik?
Sejarah tanaman Janda Bolong dimulai dari penemuan pertamanya di Amerika Selatan oleh seorang ahli botani asal Prancis, Charles Plumier, pada tahun 1693.
Plumier menemukan tanaman ini di wilayah Karibia dan memberinya nama Philodendron pertusum.
Namun, tanaman ini baru dikenal secara luas pada tahun 1840 ketika seorang ahli botani Jerman, Karl Koch, memberikan nama baru untuk tanaman ini, yaitu Monstera deliciosa.
Nama Monstera deliciosa sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “aneh dan lezat”. Nama ini merujuk pada buah yang dihasilkan oleh tanaman ini, yang memiliki rasa manis dan lezat.
Buah ini juga sering disebut sebagai buah Janda Bolong, karena bentuknya yang berlubang seperti janda yang sedang menunggu suaminya pulang.
Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Eropa, pada abad ke-19.
Tanaman ini menjadi populer karena daunnya yang unik dan mudah tumbuh di berbagai kondisi iklim.
Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama ini karena bentuk daunnya yang berlubang seperti janda yang sedang menunggu suaminya pulang.
Selain itu, tanaman ini juga memiliki nilai budaya yang tinggi di beberapa negara. Di Meksiko, tanaman ini dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kekayaan.
Sedangkan di Kolombia, tanaman ini dianggap sebagai simbol kesuburan dan keberuntungan dalam percintaan.



















