Kediri, SEJAHTERA.CO – Mengejutkan, selama Mei 2024 atau dalam sebulan, sebanyak 21 ekor sapi di Kabupaten Kediri mati.
Sebanyak 21 ekor sapi yang mati di Kabupaten Kediri, milik delapan peternak di Desa/Kecamatan Tarokan.
Diduga, sebanyak 21 ekor sapi yang mati ini belum tervaksin tahun ini dan daya tahan tubuh lemah.
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan ( DKPP) Kabupaten Kediri mendatangi lokasi sapi yang mati dan melakukan diagnosa/rapid test cepat.
Hasilnya sapi yang masih hidup tidak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) atau parasit darah.
Secara umum, hasil tes di Laboratorium Venteriner di Yogyakarta, indikasi sapi mati tidak terpapar PMK, karena sapi yang masih dalam kondisi sehat.
“Jika sapi yang mati terpapar PMK, maka lainnya juga cepat terpapar PMK apalagi ternak sapi dalam satu kandang,” kata Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih.
Dia menduga karena sapi yang mati belum tervaksin tahun ini. Bukan mati mendadak, 21 ekor sapi tersebut mati selama bulan Mei 2024.



















