Manfaatkan Gonjang-ganjing Harga Beras, Mitra Bulog Tulungagung Terpaksa Di-blacklist, Ini Yang Dimainkan

Manfaatkan Gonjang-ganjing Harga Beras, Mitra Bulog Tulungagung Terpaksa Di-blacklist, Ini Yang Dimainkan

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Harga beras di Tulungagung melambung tingga beberapa pekan terakhir, sepertinya dimanfaatkan beberapa oknum pedagang.

Beberapa oknum pedagang itu memanfaatkan situasi dengan menjual beras diatas jauh harga eceran tertinggi (HET).

Mendapati hal itu, Bulog Tulungagung mengambil langkah tegas terhadap oknum pedagang tersebut dengan melakukan blacklist (daftar hitam).

Read More

Kepala Cabang Bulog Tulungagung, David Donny Kurniawan, mengatakan, sempat mendapat laporan adanya penjualan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di atas HET.

Padahal seharusnya, harga beras tersebut dijual seharga Rp 10.900 untuk kemasan satu kilogram dan Rp 54.500 untuk 5 kilogram.

Secara teknis, dia memiliki beberapa mitra sudah ditempatkan pada beberapa pasar di Tulungagung untuk menjual beras SPHP.

Bulog melepas beras SPHP tersebut seharga Rp 9.950 perkilogram, sehingga mitra bisa menjual maksimal Rp 10.900 perkilogram.

“Jadi semuanya sudah ada aturannya, untuk beras kemasan 5 kilogram, itu maksimal hanya boleh dijual seharga Rp 54.500 ribu dan tidak boleh melebihi itu,” kata David, Minggu (10/3/2024).

Atas laporan tersebut, David sudah melakukan pemeriksaan terhadap oknum mitra Bulog yang diduga memainkan harga beras SPHP.

Hal itu membuatnya atau terpaksa memberikan tindakan tegas dengan melakukan blacklist yang bersangkutan dari daftar mitra bulog.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *