KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Pemkot Kediri masih melakukan upaya terkait sumur tercemar di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) untuk mengirimkan air bersih bagi warga terdampak.
Ia meminta warga tidak menggunakan air sumur yang tercemar untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air diisi oleh DLHKP pada pagi dan sore di tandon yang ada di depan rumah warga serta ada air dari PDAM. Jadi distribusi airnya tetap lancar,” ungkapnya.
Mas Abu juga memanggil tim dari laboratorium Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan mengambil sampel air untuk diuji.
“Saya ditemani tim dari ITS untuk mengambil sampel air. Ini bertujuan untuk mendalami pencemaran lingkungan yang ada di Tempurejo,” ujarnya, Minggu (3/9).



















