Di Desa Tugurejo sendiri ada setidaknya 200 lebih kepala keluarga yang kesulitan air bersih. “Sumur yang selama ini dijadikan sebagai mata pencarian selama ini kering dan airnya sedikit. Akhirnya perangkat desa melapor untuk minta air bersih,” katanya.
Ivong menambahkan sebenarnya berbagai upaya dilakukan warga untuk mengatasi dampak kekeringan. Hanya saja terbentur dana. Warga menginginkan adanya sumur pompa khusus.
Hanya saja pihaknya tak bisa berbuat banyak karena terbentur kewenangan. BPBD hanya sekadar mengatasi keluhan air bersih dengan droping air ke lokasi langsung. “Mudah-mudahan kekeringan cepat berakhir,” harapnya.
Sementara itu berdasarkan data di Desa Tugurejo jumlah KK yang kesulitan air sebanyak 215 kepala keluarga. Ssmentara di Desa Sukorejo sebanyak 138 kepala keluarga dan terakhir di Desa Sumberkembar ada 295 kepala keluarga. Rata-rata sumur milik warga debit airnya berkurang. (ziz)



















