Gunung Bromo merupakan gunung api kerucut cinder yang berada dalam Kaldera Tengger dengan ketinggian mencapai 2329 mdpl.
Secara administratif gunungapi ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
Karakter erupsi Gunung Bromo berupa erupsi eksplosif dan efusif dari kawah pusat.
Seperti dilansir www.esdm.go.id, erupsi tersebut mengeluarkan abu,pasir, lapilli, dan terkadang melontarkan lava pijar dan bom vulkanik.
Erupsi terakhir terjadi pada Juli 2019, berupa erupsi freatik tanpa didahului oleh peningkatan kegempaan yang signifikan.
Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan akibat meningkatnya aktivitas kawah Gunung Bromo adalah terjadinya erupsi freatik ataupun magmatic.
Sebaran material erupsi berupa abu dan lontaran batu (pijar) yang dapat mencapai radius satu kilometer dari pusat kawah, serta keluarnya gas-gas berbahaya bagi kehidupan.
Berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas Gunung Bromo pada 13 Desember 2023 pukul 08.00 WIB masih pada Level Il (Waspada).
Rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini, yakni masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak memasuki areal kawah dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.
“Masyarakat dapat memantau informasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Bromo dan gunung api lainnya di Indonesia melalui aplikasi Magma Indonesia atau pada website magma.esdm.go.id,” pungkas Hendra.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















