Purnoaji, Penyandang Disabilitas Pengrajin Truk Mainan Yang Beromzet hingga Rp 10 Juta Perbulan

Purnoaji, Penyandang Disabilitas Pengrajin Truk Mainan Yang Beromzet hingga Rp 10 Juta Perbulan

Dia optimistis punya prospek karena kali pertama membuat mainan truk, banyak yang suka. Utamanya anak-anak tetangga. Bahkan minta dibuatkan lebih banyak lagi. Karena anak kadang kepingin memiliki ketika ada teman punya mainan baru.

“Sejak saat itulah pesanan mengalir dan kini banyak yang diambil pengepul untuk dijual di toko dan pasar,” katanya.

Untuk membuat mainan truk tak susah. Bahan-bahan mudah di dapat karena di kampungnya juga banyak pengrajin kendang jimbe. Bahan dari kayu waru.

Read More

Nah limbah kayu potongan itulah yang dimanfaatkan. Untuk membuat mainan truk, usai dipotong kecil-kecil dijemur. Selanjutnya dirangkai dan tahap terakhir pengecatan. Untuk finishing dibantu istri tercintanya.

“Sudah enam tahun lebih berkarya. Awalnya truk juga saya titipkan di kios mainan dekat rumah. Dan ternyata laku,” katanya.

Mainan truk usahanya terus laku keras. Bahkan dalam sehari dirinya mampu membuat 50 unit mainan truk.  Mainan truk itu proses pembuatannya tak sulit.

Bahkan meski tangan kanannya tak sempurna, tetap bisa maksimal menggunakan kaki dan tangan kiri. Untuk harga tergantung ukuran.

Rata-rata dijual Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Pangsa pasar mulai Blitar, Tulungagung,  Malang hingga Surabaya serta Bali. “Alhamdulillah omzet minimal Rp 10 juta. Lumayan daripada nganggur,” katanya.

Dia mengatakan seiring dengan boomingnya mainan truk, dalam sebulan pesanannya sampai 150 unit. Pesanan dari para pengepul dari berbagai daerah. “Kunci sukses tekun dan telaten,” katanya.

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi, Blitar

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *