Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek menggelar aksi di depan Kantor DPRD Trenggalek, Jumat (15/3). Dalam aksinya mereka menyuarakan naiknya harga beras hingga infrastruktur jalan rusak yang menyengsarakan rakyat.
Koordinator aksi, Mamik Wahyuningtyas mengatakan, kenaikan harga beras itu dinilai menyengsarakan masyarakat. Terlebih Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu daerah produksi beras, namun disisi lain juga terimbas mahalnya harga sembako.
“Kenaikan harga beras ini signifikan menyengsarakan rakyat. Kami sudah terjun ke lapangan, melakukan survei,” kata dia saat berorasi sambil membakar ban di depan Kantor DPRD Trenggalek.
Selain soal harga beras, mereka juga menyuarakan soal infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan. Seperti misalnya, kata Mamik, seperti di jalan wilayah Kecamatan Suruh hingga Kecamatan Pule.
“Seperti Desa Gamping Suruh, kemudian Pule. Saya sampek pusing saat survei. Tapi tidak apa-apa, pusing ini adalah bentuk kepedulian kami,” imbuhnya.
Dia berharap jalan-jalan yang rusak itu segera diperbaiki sehingga jalan-jalan berlubang itu tidak membahayakan pengguna jalan. Termasuk kebijakan konkret pemerintah setempat dalam menanggulangi harga beras sehingga tidak terjadi lonjakan harga saban tahun yang dinilai menyengsarakan masyarakat.



















