Alhasil, inovasi pada karya seni kaligrafi miliknya itu disambut baik di pasaran yang terbukti inovasi pada karyanya itu mampu laris manis di pasaran. Inovasi pada karya seni kaligrafi buatannya disambut baik di pasaran terutama bagi pelanggannya.
“Trend kaligrafi itu semakin hari semakin berkembang. Baru dua tahun terakhir, sedang trend kaligrafi silikon digambar di kain beludru. Silikonnya menggunakan alat lem tembak,” jelasnya.
Sambutan hangat para pelanggannya atas inovasi tersebut tidak hanya terjadi di pasar domestik saja, melainkan karya seni kaligrafi ‘Hasta’ yang dikembangkannya itu juga dilirik pasar internasional. Bahkan saat ini, dia sempat mendapatkan pesanan kaligrafi dari Qatar dan Amerika Serikat.
Menurut Komarudin, peran sosial media dalam memperkenalkan karyanya ke publik dianggap sangat vital lantaran mampu menjangkau semua wilayah mulai dari pasar domestik maupun internasional. Pihaknya bahkan tidak segan mengakui jika meroketnya karya kaligrafi miliknya ini berkat platform digital.
“Saya memang selalu memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produk saya, bahkan di setiap proses pengerjaan kaligrafi yang saya garap, saya bagikan ke sosial media,” ungkapnya.
Sedangkan terkait harga jual karya kaligrafinya itu, Komarudin menjualnya dengan harga yang bervariasi. Kaligrafi termurah dibanderol senilai Rp 75 ribu. Sedangkan untuk karya termahalnya, dia pernah membuatkan replika kiswah ka’bah yang dijualnya senilai Rp 26 juta dengan ukuran menyerupai aslinya.
“Harganya bervariatif, mulai dari Rp 75 ribu itu sekalian figora. Seperti replika kiswah ka’bah itu ada yang Rp 16 juta dan ada yang Rp 26 juta,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















