Selain soal pembangunan infrastruktur, ungkap Tata, pihaknya juga ingin mengembangkan kreativitas anak muda terutama yang bergerak dalam bidang kesenian. Pasalnya, pihaknya menilai sering kali seniman di Tulungagung kurang diapresiasi atau diberi panggung untuk mengeksplore kreativitasnya.
Anggota legislatif yang berangkat dari Partai PPP itu menyebut, setelah ini pihaknya akan mencoba untuk menyesuaikan diri, mengingat dirinya sebagai anggota dewan termuda. Namun pihaknya memastikan tidak akan sungkan kepada seniornya jika terjadi silang pendapat saat musyawarah.
Baca Juga :Jalan Sehat Heroik, Diikuti Sebanyak 55 Ribu Peserta
“Saya akan menyesuaikan cara kerjanya seperti apa. Tetapi yang jelas, saya bisa duduk disini karena dipercaya rakyat, sehingga apa yang menjadi pikiran mereka harus tersampaikan. Toh kita juga bisa saling bertukar pikiran,” ungkapnya.
Tata menjelaskann, saat ini dirinya tengah menempuh semester 7 Fakustas Hukum di Universitas Brawijaya (UB) Malang dan sedang proses menyelesaikan skripsi. Dia optimistis profesinya sebagai wakil rakyat tidak akan mengganggu proses menyelesaikan pendidikan S1-nya.
Baca Juga :Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Tuntut Implementasi Putusan MK
Menurut Tata, baik itu jenjang perkuliahannya dan profesinya sebagai anggota dewan diyakini bisa berjalan beriringan tanpa adanya kendala. Namun, aspirasi rakyat menjadi salah satu poin prioritasnya saat ini, mengingat suksesnya dia sebagai anggota dewan bedawal dorongan dari masyarakat.
“Kuliah tetap lanjut, sembari duduk di kursi dewan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat di dapil saya. Pada intinya, aspirasi rakyat yang menjadi prioritas saya,” pungkasnya.



















