“Memang bahan-bahan itu awalnya di rumah saya karena sudah tidak terpakai, lalu saya coba buat aquascape dari gentong ternyata berhasil,” kata Ribut Sasongko.
Ia menjelaskan, aquascape buatannya bertema tentang keindahan alam karena di dalamnya terdapat air terjun mini. Selain itu, terdapat detail-detail yang menambah kesan estetik, seperti jembatan hingga kolam yang berisi ikan hias.
“Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian, terutama dalam menyusun elemen-elemen yang diambil dari limbah untuk menciptakan kesan alami air terjun di aquascape,” jelasnya
Setiap aquascape Curug Gentong buatan Ribut, dijual dengan harga yang bervariasi. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pada ukuran dan kerumitan desainnya. Bahkan karya buatannya juga diminati konsumen hingga luar daerah seperti Bandung, Malang dan Surabaya.
“Harganya mulai Rp500 ribu hingga melayani hingga Rp3 juta. Harga ya tergantung dari ukuran dan kerumitan desainnya,” beber Ribut.
Karya curug gentong milik Ribut ini, membuktikan bahwa limbah, jika diolah dengan kreativitas dan ketekunan, bisa diubah menjadi karya seni yang tidak hanya memanjakan mata, tapi juga mendatangkan penghasilan.
“Kreativitas adalah kunci. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak berharga, bisa menjadi produk seni yang memiliki nilai jual tinggi,” tutup Ribut Sasongko.



















