Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp3.000 untuk kemasan kecil hingga Rp20.000 untuk ukuran besar. Dengan omzet penjualan harian yang stabil, Suyanto mampu mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp4-5 juta per bulan.
Salah satu pelanggan, Diana Kamelia, mengatakan ia kerap membeli cekeremes untuk menjamu tamu dan dibawa sebagai buah tangan.
“Rasanya enak dan khas. Saya lebih suka jajanan seperti ini karena ada nilai tradisinya,” ujarnya.
Baca Juga :Bupati Lamongan Lepas Keberangkatan CJH, ini Pesan yang Disampaikan
Keberhasilan cekeremes bertahan di tengah tren jajanan modern membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap punya tempat istimewa di hati masyarakat.
Terlebih jika dikemas secara menarik dan dijaga kualitasnya, warisan kuliner seperti ini bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.



















