Pengeroyokan berawal ketika kedua korban sekitar pukul 22.00 WIBnongrkong dan keliling naik motor ke Kota Blitar. Ketika sampai di Jalan Kawi, ketika berhenti di trafficlight ada setidaknya 10 pemuda yang berpapasan dan bergabung.
Nah, selanjutnya ada empat orang yang berselisih dengan kedua korban. Meski begitu, dua korban melanjutkan keliling Kota Blitar. Diduga hanya karena saling tatap mata saja.
Merasa tak ada kejadian, kedua korban melanjutkan perjalanan. Tetapi ketika sampai di perbatasan Kota Blitar dengan Kabupaten Blitar sejumlah pemuda meneriakinya. Karena ketakutan akhirnya memacu kendaraan ke arah Jalan Kalimas.
Di tempat itulah penganiayaan terjadi. Ada yang menendang motornya hingga membuat kedua korban terjatuh. Meski sudah kabur dan menyelamatkan diri, para gerombolan ABG itu tetap mengejar.
Karena terpojok akhirnya kedua korban menyerah. Hingga akhirnya tanpa komando, para pelaku mengeroyok ramai-ramai. Ada yang memukul ada pula yang menendang.
Tak terima dengan perlakuan itu, para korban akhirnya melapor ke kantor polisi. Hanya dalam waktu tak lama, para pelaku akhirnya berhasil diamankan. Para pelaku mengakui ada yang memukul menendang tubuh hingga wajah korban.
“Barang bukti yang kami amankan sejumlah motor yang digunakan para pelaku untuk mengejar hingga terjadi pengeroyokan,” pungkasnya.



















