Musdes Pagerwojo Diwarnai Konflik Kepentingan, Arif Bagus Jadi Sorotan

Musdes Pagerwojo Diwarnai Konflik Kepentingan, Arif Bagus Jadi Sorotan
Musyawarah Desa (Musdes) Pagerwojo di Kecamatan Perak, Jombang, Rabu malam (18/6/2025), berlangsung tegang saat warga menyuarakan tuntutan pemberhentian Kaur Perencanaan Arif Bagus. (taufiqur/sejahtera.co)

Pernyataan Arif diperkuat oleh Kepala Desa Pagerwojo, Imam Wahyudi. Ia menyebut, selama kepemimpinan TPK sebelumnya, tidak pernah terjadi polemik serupa. “Masalah ini muncul setelah pergantian TPK. Silakan simpulkan sendiri motifnya,” ujar Imam tajam.

Di luar forum, Arif membeberkan dugaan lain yang menjadi pemicu keributan. Ia mengaku didatangi seorang oknum wartawan yang membawa foto proyek rabat beton dan meminta uang sebesar Rp3 juta kepada Ketua TPK, Masrukin.

“Masrukin sempat menawar Rp500 ribu, tapi ditolak. Saya sendiri akhirnya memberi Rp100 ribu untuk bensin. Tapi oknum itu bilang, kalau uang Rp3 juta tidak sampai jam 12 siang, saya naikkan beritanya,’” ungkap Arif.

Read More

Tak hanya itu, Arif juga menyebut nama-nama yang ia nilai memiliki agenda pribadi, seperti Yusuf—yang disebut berubah sikap setelah anaknya gagal dalam seleksi perangkat desa—dan Agus Kusuma Nirwana, tokoh lokal yang dua kali gagal mencalonkan diri sebagai kepala desa. “Ada barisan sakit hati,” sindirnya.

Menutup musyawarah, Kades Imam Wahyudi menyatakan bahwa keputusan terkait posisi Arif belum final. Ia memastikan seluruh masukan akan dikaji terlebih dahulu.

“Kami butuh waktu satu minggu untuk mengevaluasi semuanya secara menyeluruh. Keputusan akan diambil sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.

Meski forum berlangsung dalam tensi tinggi, suasana tetap kondusif. Namun dinamika Musdes ini sekaligus memperlihatkan kuatnya aroma tarik-menarik kepentingan dalam lingkup pemerintahan desa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *