Selain rosela dan perwedangan, menu lain yang tersedia antara lain es soda, ketan, aneka snack, serta kopi khas racikan barista lokal. Harga yang ditawarkan pun ramah kantong, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 saja.
Suasana yang tenang menjadi nilai jual utama kedai ini. Bagi pengunjung seperti Umar Al Faruq (26), peziarah asal Lamongan, Ngajeng Griya bukan hanya tempat ngopi.
“Suasananya adem, nyaman, dan nggak bising. Bisa sambil kerja, rapat santai, atau sekadar melepas penat. Seusai wisata religi, ngopi di sini pas banget. Apalagi tiap Sabtu malam ada live music, makin betah,” tuturnya.
Baca Juga :Taman Pecut Samandiman, Lokasi Santai Nongkrong Menikmati Air Mancur Goyang dan Bermusik
Live music akustik yang rutin digelar setiap Sabtu malam menghadirkan musisi-musisi lokal yang membawakan lagu-lagu syahdu, menciptakan pengalaman bersantai yang khas dan penuh nuansa.
Berkat lokasinya yang strategis, Ngajeng Griya bukan hanya tempat tongkrongan biasa. Ia menjadi jembatan antara wisata religi, budaya lokal, dan gaya hidup kekinian.
“Kedai ini seolah menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat nongkrong yang tak hanya menyuguhkan makanan dan minuman, tetapi juga suasana dan pengalaman,” imbuh Zaky.



















