Kuak Kasus Kematian Pekerja Warung Kopi asal Plosoklaten, Polisi Buru Orang Terakhir

Kuak Kasus Kematian Pekerja Warung Kopi asal Plosoklaten, Polisi Buru Orang Terakhir
Jenazah saat hendak diotopsi usai ditemukan di pinggir Jalan Raya Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Polisi terus menguak penyebab kematian Dita Oktavia (21) perempuan pekerja warung kopi yang ditemukan meninggal di pinggir Jalan Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.

Aparat kepolisian itu kini tengah memburu orang yang terakhir bersama dengan perempuan asal Dusun Purworejo, RT 03 RW 08, Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri itu.

Kabar yang beredar jika selama ini korban bekerja di sebuah warung kopi dan jarang pulang ke rumah. Sementara kehidupan pribadinya juga tak banyak yang mengetahui.

Read More

Informasinya mengarungi rumah tangga dua kali. Biduk rumah tangga yang kali pertama kandas di tengah jalan. Akhirnya menikah lagi. Nah, pernikahan kedua inilah diduga tak harmonis dan kerap tengkar.

Baca Juga :Taman Pecut Samandiman, Lokasi Santai Nongkrong Menikmati Air Mancur Goyang dan Bermusik

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi tak berandai-andai menangani kasus yang menggegerkan warga Blitar itu.

Saat ini polisi tengah memburu sejumlah orang yang kali pertama dengan korban. Itu penting untuk mengetahui motif kematian. “Kami masih menunggu hasil otopsi,” katanya, Selasa (8/7/2025).

Apakah kemungkinan dihabisi, polisi juga tak bisa memprediksi. Meski di wajah terdapat lebam kecil. “Otopsi yang bakal menjawab penyebab kematian,” katanya.

Melihat kronologi peristiwa, diduga karena ada unsur kesengajaan hingga akhirnya berujung kematian. Tengara itu terlihat begitu rapinya kronologi.

Di lokasi penemuan, tak sehelaipun identitas yang menempel. Tak ditemukan ponsel, identitas dompet atau KTP atau lainnya.

Baca Juga :Persik Kediri Datangkan Pemain Asal Prancis, Simak ini Posisinya

Hanya pakaian atau baju yang dikenakan hingga tato di lengan kiri bertuliskan “dita okta” serta tato gambar Doraemon di kaki.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *