Lebih lanjut, saat ini pihaknya masih menyusun draft perbup terkait sragam khusus tersebut. Pun, jika selesai dalam waktu dekat akan dikeluarkan agar bisa segera diimplementasikan kepada sekolah sekolah.
“Jadi agar identitas Ponorogo sebagai kota budaya dan santri semakin kental,” ujarnya.
Bupati dua periode itu menambahkan, sebelum akan digunakan untuk para siswa. Seragam penadon juga telah digunakan oleh para ASN setiap sebulan sekali di minggu terakhir.
Baca Juga :Pemasangan Gate Parkir Alun-alun Kota Batu Mundur, Ditargetkan Rampung November 2025
Selain itu juga digunakan satu bulan penuh ketika menyambut Grebeg Suro.
“Nanti juga ada donti, penadon mbah uti. Jadi bukan hanya digunakan ASN, tapi seluruh masyarakat, termasuk setiap Jum’at itu pakai sarung bagi laki-laki dan gamis untuk perempuan,” tandasnya.



















