Persiapan Bekal ke Tanah Suci, Jasa Penukaran Riyal di Lamongan Diserbu Calon Jamaah Haji

Persiapan Bekal ke Tanah Suci, Jasa Penukaran Riyal di Lamongan Diserbu Calon Jamaah Haji
Calon Jamaah Haji menukarkan uang Rupiah ke Riyal di Jasa Penukaran di Lamongan. (suprapto/memo)

“Yang paling banyak dicari itu pecahan 5 dan 10 riyal. Ini untuk memudahkan saat transaksi, apalagi kalau bisa bayar pas tanpa harus menunggu kembalian,” ujarnya.

Baca Juga :Atap Tiga Kelas SMKN 1 Ampelgading Ambruk, Dindik Jatim Targetkan Perbaikan Rampung Sebulan

“Rata – rata jemaah itu sudah sepuh, jadi kalau pakai uang pas itu lebih aman dan tidak membingungkan,” jelasnya..

Read More

Selain pecahan kecil, pecahan besar seperti 50 dan 100 riyal juga tetap diminati untuk keperluan yang membutuhkan biaya lebih tinggi.

Salah satunya diungkapkan oleh Ahmad Naji, CJH asal Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Ahmad mengaku telah menukarkan uang sekitar 2.000 riyal atau setara dengan lebih dari Rp9 juta.

Ia memilih kombinasi pecahan 100 dan 50 riyal untuk menutupi kebutuhan utama selama menjalankan ibadah.

“Yang utama untuk bayar dam (denda/sembelihan), kemudian juga untuk belanja dan kebutuhan operasional di sana,” kata Ahmad Naji.

Baca Juga :Gempar, Warga Klemunan Nekat Tiduran di Atas Rel KA Berujung MD

Ia menambahkan bahwa jumlah uang yang dibawa sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing individu.

Bahkan, ia juga menyempatkan diri melakukan penukaran tambahan di Surabaya untuk memastikan simpanan dana selama di Tanah Suci cukup.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *