“Kami optimistis, dengan akses yang semakin baik, kunjungan wisata akan meningkat dan berdampak pada pendapatan masyarakat. Ini peluang besar bagi warga Tulungrejo,” imbuhnya.
Sebelumnya, jembatan tersebut hanya memiliki lebar sekitar 6 meter sehingga tidak mampu dilalui dua kendaraan secara bersamaan. Kondisi itu kerap memicu kemacetan hingga harus diterapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Kini, setelah dilebarkan menjadi 10 meter, jembatan diproyeksikan mampu menampung dua kendaraan sekaligus. Dengan demikian, arus lalu lintas di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih lancar dan aman.
Suliyono berharap pembangunan infrastruktur serupa dapat terus berlanjut di titik lain yang masih membutuhkan peningkatan akses.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus terjalin untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” pungkasnya.



















