Sementara dari sisi kultural, kawasan ini memajang 1.023 artefak budaya serta materi sejarah seperti era Majapahit, Candi Wilwatikta, hingga seni Wayang Potehi dan pertunjukan tari tradisional.
Direktur Jatim Park Group, Rio Imam Sendjojo, menyampaikan bahwa pembukaan tahap awal (trial opening) ini ditujukan untuk memetakan evaluasi operasional sebelum peluncuran penuh.
“Uji coba pembukaan ini kami lakukan untuk mengukur tingkat kesiapan teknis fasilitas. Pengembangan kami fokuskan pada konsep STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), robotika, serta AI sebagai arah teknologi masa depan,” kata Rio, Rabu (16/9/2026).
Rio menambahkan, ide pembangunan pusat sains skala besar ini terinspirasi dari hasil benchmarking ke sejumlah museum sains di negara-negara maju. Pihaknya tergerak memperluas fasilitas sains interaktif yang sebelumnya telah ada di Jatim Park 1.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Sri Susuhunan Pakubuwana XIV, serta jajaran Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jawa Timur.



















