Gianyar, SEJAHTERA.CO – Jelang laga Derby Jatim, Arema FC melawan “musuh bebuyutan”, Persik Kediri bakal digelar hari ini, Senin (27/11).
Kedua tim, Arema FC kontra Persik Kediri, pada laga pekan ke-20 BRI Liga 1 2023/24 bakal digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pukul 15.00 waktu setempat.
Menariknya, pada laga kali ini di tim Arema FC terdapat nama “Valante” dan di Persik Kediri juga terdapat nama “Valente”.
Mereka bersaudara, satu keluarga? Atau mungkin masih ada pertalian darah? Eh… ternyata benar. Ze Valente adalah anak dari Fernando Valente. Jangan main mata ya?
Yang jelas, di Arema FC nama Valente atau lengkapnya Fernando Valente yang bertindak sebagai pelatih tim berjuluk Singo Edan.
Sementara di Persik Kediri terdapat nama Valente atau nama lengkapnya, Ze Valente yang bertindak sebagai pemain dan merupakan rekrutan baru dari Persebaya Surabaya.
Pada laga di Gianyar Bali nanti, Pelatih Arema FC Fernando Valente meminta pemain untuk fokus dan kerja keras demi meraih poin penuh.
Dia mengatakan laga melawan Persik Kediri harus menjadi titik balik Arema FC di putaran kedua untuk menjauhi zona degradasi. Namun dia juga meminta pemain tidak sesumbar dan tetap menghormati lawan.
“Kami mencoba mengubah image lebih baik lagi, dan kami ingin mulai untuk mendapatkan 3 poin itu. Kami berupaya untuk meraih kemenangan dan itu yang dibutuhkan untuk keluar dari zona degradasi,” katanya.
Selama itu, dua pekan jeda internasional sudah dimanfaatkan untuk membenahi tim. Mulai dari memperbaiki fisik, teknik, dan taktik.
Pelatih asal Portugal itu menilai para pemain telah menunjukkan kerja keras dan keseriusan untuk tampil lebih baik.
“Saya memahami semua pemain untuk skema permainan, kami harus fokus untuk pertandingan. Selama jeda, kami punya waktu untuk istirahat. Kami tahu mereka tim yang bagus dan banyak pemain yang bagus dan juga ada perubahan di tim mereka,” beber Fernando Valente.
“Kami akan mencoba dengan game plan yang bagus untuk menguasai permainan. Semoga laga tersebut berjalan dengan lancar,” tambahnya.


















