Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama dua bulan terakhir, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung sama sekali tidak menemukan (zero care) adanya kasus tambahan kasus Lumphy Skin Disease (LSD).
Meski sudah tak ada temuan (Zero case), disnakeswan tetap melaksanakan vaksinasi LSD tetap dilakukan untuk agar LSD tidak berkembang lagi.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Dinsnakeswan Kabupaten Tulungagung, drh Tutus Sumaryani mengatakan, berdasarkan data terakhir, total ada sekitar 200 hewan ternak di Tulungagung yang dinyatakan terpapar LSD sejak awal tahun 2023.
Namun memasuki Agustus 2023 sampai saat ini, pihaknya sudah tidak lagi menemukan adanya kasus LSD yang menjangkiti ternak sapi di Tulungagung.
“Sudah dua bulan terakhir kami tidak lagi menerima laporan terkait temuan baru kasus LSD, bisa dikatakan sudah zero case,” kata drh Tutus Sumaryani, Selasa (10/10/2023).
Meski LSD sudah zero case, ungkap Tutus, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan vaksinasi LSD terhadap seluruh ternak sapi di Tulungagung.
Selain melakukan vaksinasi, pihaknya juga meminta agar petugas keswan tetap melakukan surveillance atau pengawasan terhadap hewan ternak.
Pengawasan hewan ternak ini untuk mencegah hewan ternak yang berpotensi terserang LSD, terutama hewan ternak yang baru dibeli dari luar daerah.



















