Sepekan, Perlintasan KA Ngunut-Rejotangan Tulungagung Memakan 3 Korban Jiwa

Sepekan, Perlintasan KA Ngunut-Rejotangan Tulungagung Memakan 3 Korban Jiwa
Petugas Tim Inafis Polres Tulungagung dan RSUD dr. Iskak saat melakukan evakuasi terhadap korban (Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama satu pekan terakhir, terdapat sejumlah peristiwa kecelakaan atau tertemper kereta api (KA) di perlintasan Ngunut-Rejotangan hingga menimbulkan korban jiwa.

Masyarakat pun dihimbau untuk berhati-hati selama melintasi perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, kasus tertemper KA pertama yang terjadi di perlintasan Ngunut-Rejotangan terjadi pada Selasa (18/2/2025).

Read More

Saat itu, Tempat Kejadian Perkara (TKP) nya terjadi di perlintasan masuk Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Sesuai informasi dari saksi mata di TKP, korban yang diketahui berinisial DDJ (60) warga Kelurahan Sentul Kepanjen Kidul Kota Blitar terlihat murung di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga :Pemeriksaan Kesehatan Telinga Ratusan Pelajar, Dinkes Tulungagung: Duapuluh Persen Mengalami Masalah THT

Kemudian saat KA Dhoho yang berangkat dari Blitar menuju Tulungagung hendak melintas, korban tiba-tiba muncul di jalur prelintasan dan tertabrak KA.

“Pada kasus ini, korban awalnya tidak dikenali karena tidak membawa identitas dan jenazahnya sempat terpotong. Kemudian Tim Inafis Polres Tulungagung berhasil mendeteksi identitas korban yang merupakan warga Kota Blitar,” kata Ipda Nanang Murdiyanto, Selasa (25/2/2025).

Sedangkan peristiwa kedua, ungkap Nanang, terjadi pada Minggu (23/2/2025) sekitar pukul 16.30 WIB, atau tepatnya lima hari pasca peristiwa tertemper KA yang pertama. Dimana saat itu TKP tertemper KA kedua itu berlokasi di perlintasan sebidang masuk Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *