Blitar, SEJAHTERA.CO – Kasus keracunan yang menimpa para lanjut usia atau lansia anggota Posyandu Lansia di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar mendapat atensi Pemkab Blitar.
Bupati Blitar memastikan seluruh biaya pengobatan atau perawatan para korban keracunan kolak kacang hijau itu ditanggung pemerintah alias gratis.
Hal itu diungkapkan Bupati Blitar Rijanto. Pasca-mendengar kabar ada warganya yang diboyong ke puskesmas dan rumah sakit, pemkab langsung turun.
Selain memastikan para korban mendapatkan perawatan maksimal, juga menelusuri penyebab utama keracunan.
“Biaya pengobatan sudah ditanggung pemerintah. Jadi tidak usah khawatir, yang penting kondisi Kesehatan Kembali pulih,” kata Rijanto, Rabu (14/5/2025).
Baca Juga :Panpel Arema FC Prihatin dan Minta Maaf atas Ulah Oknum Fans
Dia mengatakan kejadian keracunan di Selorejo dan Wonotirto, merupakan musibah. Dan itu tak pernah disangka sebelumnya. Bukan masalah jumlah korbannya, tetapi yang menjadi atensi agar kejadian tak terulang kembali.
Pihaknya meminta kepada warga ataupun dinas Kesehatan agar terus memantau higienitas makanan. Seperti di Posyandu Lansia. Bahan-bahan harus diperhatikan. Apalagi yang bakal mengkonsumsi adalah para lansia.
“Intinya harus teliti soal bahan-bahan. Kalau memang mengkhawatirkan, lebih baik jangan digunakan,” pintanya.
Sementara itu, pasca-kejadian pun dirinya bersama dinas kesehatan memantau langsung para korban. Utamanya yang masih menjalani perawatan inap di sejumlah puskesmas dan rumah sakit.
Di lain pihak, jumlah para korban keracunan di Posyandu Lansia bertambah. Jika semula hanya 57, kini berubah menjadi 66 orang. Mereka mengeluh mual dan pusing serta sebagian diare.
Baca Juga :Persik Kediri Sudahi Dahaga Kemenangan
Sementara para lansia yang masih menjalani rawat inap masih 27 orang. Mereka dirawat di sejumlah fasilitas Kesehatan di Kabupaten Blitar. Tambahan korban itu bukan hanya berasal dari para lansia, tetapi juga anak-anak.
Belakangan diketahui, jika kolak kacang hijau itu ternyata dibawa pulang ke rumah dan diberikan ke para cucu.
Saat ini para lansia yang menjalani rawat inap di antaranya di Puskesmas Boro, Kecamatan Selorejo ada 10 pasien. Ada pula di Puskesmas Kesamben 3 pasien, di Klinik Pelita Husada 8 pasien, Puskesmas Doko 1 pasien, RSUD Ngudi Waluyo 4 pasien dan lain sebagainya.
Seperti diketahui, Kabupaten Blitar ada dua peristiwa keracunan. Kali pertama acara Yasinan di Dusun Sembon, Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Baca Juga :Wacana Pembentukan BNNK Jombang Kembali Mencuat
Sebanyak 18 jamaahnya mual-mual usai menyantap menu masakan yang disajikan. Peristiwa keracunan itu terjadi pada Sabtu (10/5/2025), sekitar pukul 20.00.
Sementara peristiwa baru dilaporkan pada Minggu (11/5/2025). Lokasi kejadian di rumah SJ (63) warga Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Kejadian berawal ketik SJ pada Kamis malam (8/5/2025) sekitar pukul 18.30 menggelar agenda Yasinan. Agenda membaca surat dalam Alquran itu diikuti puluhan jamaah yang juga warga atau tetangga SJ.
Usai pembacaan Yasin, keluarga SJ menghidangkan sejumlah menu. Di antaranya makanan ringan berupa pisang goreng, roti, teh buatan sendiri. Sementara menu terakhir, adalah bakso keliling yang dipesan kepada ASM.
Setelah acara yasinan selesai kemudian pada esok harinya pada Jumat (9/5/2025) sekira pukul 11.30 , Ilham (12) saat pulang dari sekolah mengeluh perutnya sakit dan muntah-muntah. Selanjutnya segera diperiksakan ke bidan desa diberi obat.
Baca Juga :Kebakaran Lahap Ruko Pasar Kliwon, Api Diduga Berasal dari Korsleting
Sesampainya di rumah mau minum obat tidak bisa dan muntah. Kemudian dibawa kerumah sakit Aminah Kota Blitar. Ternyata tak hanya Ilham, para jamaah juga mengalami gejala serupa. Yakni gejala keracunan ada 18 orang.
Sebagian dibawa ke Puskesmas Wonotirto untuk 16 jamaah untuk 2 jamaah h dibawa ke klinik Tirta Husada hingga ada yang diboyong ke RS Aminah Kota Blitar.
Jika sebelumnya 18 jamaah Yasinan di Wonotirto keracunan diduga bakso, kali ini giliran di wilayah Kecamatan Selorejo.
Ya, sedikitnya 57 para kakek nenek atau lanjut usia harus mendapatkan perawatan tim medis. Ini karena diduga keracunan usai minum menu kacang hijau yang disajikan pada agenda Posyandu Lansia di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Dari total 60 lansia yang mengeluh mual dan diare, sebanyak 19 lansia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit hingga puskesmas.
Baca Juga :Sedia Sapi Jumbo Jelang Idul Adha, Omzet Peternak di Jombang Tembus Miliaran Rupiah
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan, petaka berawal ketika para lansia mengikuti agenda Posyandu Lansia. Itu pada Sabtu pagi (10/5/2025) sekitar pukul 08.00. Yakni di RT 2 RW 1. Agenda posyandu lansia itu digelar di salah satu rumah warga setempat.



















